News Update :

KABAR DPC

KIPRAH BIDPUAN

KOLOM

DUNIA ISLAM

SUPLEMEN RUHIYAH

Photo Album


Created with flickr slideshow.
Tampilkan postingan dengan label CEO Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEO Notes. Tampilkan semua postingan

BERMAIN DI WILAYAH PRIORITAS

Minggu, 15 Januari 2012

Ada sesuatu yang menarik dari Rapim DPC tadi pagi yaitu tentang evaluasi kinerja DPC selama satu tahun kepengurusan 2011. Secara quantity kegiatan ada kemajuan berarti, dari sisi keaktifan kader juga ada peningkatan tetapi dari sisi manajerial organisasi kita masih lemah. Program kerja yang kita laksanakan secara konsep dan teknis cenderung masih didominasi di level top (baca: ketua).  Pola perencanaan dan organizing masih bersifat sentralistik. Hal ini menimbulkan kesan bahwa peran dari level midle (baca: ketua bidang) kurang optimal. Apa penyebabnya? Bisa jadi karena ada keraguan mungkin bisa juga kekhawatiran jika nantinya hasil yang diperoleh gagal, program yang banyak di tengah kesibukan pribadi juga bisa menyumbang terhadap situasi ini. Dari beberapa sebab inilah akhirnya berujung pada minimnya kreativitas level middle. 

Dilihat dari aspek organisasi maka kondisi seperti ini tidak sehat karena manajemen organisasi mutlak sepenuhnya top-down. Level bottom (baca: anggota/kader) dan middle bersifat pasif, menunggu instruksi tanpa mau meng –inisiasi, mengkreasi. Dilihat dari kaderisasi, bisa diprediksi organisasi akan menemui jalan buntu ketika memasuki masa regenerasi. Tidak ada pewarisan nilai dan akibat terburuk adalah lost generation.

MEMPRIORITASKAN PERSOALAN YANG RINGAN DAN MUDAH ATAS PERSOALAN YANG BERAT DAN SULIT

Salah satu bab dalam bukunya fiqh prioritas, Dr. Yusuf Qaradhawi mengatakan di antara prioritas yang sangat dianjurkan di sini, khususnya dalam bidang pemberian fatwa dan da'wah ialah prioritas
terhadap persoalan yang ringan dan mudah atas persoalan yang berat dan sulit. Berbagai nash yang ada di dalam al-Qur'an dan Sunnah Nabi saw menunjukkan bahwa yang mudah dan ringan itu lebih dicintai oleh Allah dan rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

"... Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..."
(al-Baqarah: 185)

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah."
(an-Nisa': 28)

"... Allah tidak hendak menyulitkan kamu..."
(al-Maidah: 6)

Rasulullah saw yang mulia bersabda, "Sebaik-baik agamamu ialah yang paling mudah darinya."
 (HR. Ahmad dan Bukhori)

'Aisyah berkata, "Rasulullah saw tidak diberi pilihan terkadap dua perkara kecuali dia mengambil yang paling mudah diantara keduanya selama hal itu tidak berdosa. Jika hal itu termasuk dosa maka ia adalah orang yang paling awal menjauhinya." (muttafaq ’alaih)

Dalam hal beribadah saja ada prioritas yang harus dipilih dengan tujuan untuk memudahkan bagi orang yang akan melakukannya. Bagaimana kalau prioritas ditinjau dari sudut organisasi?

Pada intinya sama yaitu organisasi harus mampu membuat prioritas kerja  tentunya didasarkan pada kondisi dan kemampuan yang dimiliki organisasi itu sendiri. Stok pengurus yang minim talenta, kader yang sedikit tentu sulit untuk menjalankan program kerja yang beragam. Akan lebih baik kalau dibuat prioritas dalam bentuk prioritas kerja dan prioritas struktur. Satu program kerja meskipun sederhana  lebih baik kalau bisa dijalankan secara konsisten daripada banyak tetapi serabutan dan cenderung terpaksa.

Prioritas kerja baik untuk pembelajaran level middle. Fokus terhadap satu program kerja  akan mendorong para kabid untuk selalu berinovasi. Bagi saya inovasi atas hasil sendiri lebih utama daripada hanya cenderung sebagai pelaksana kegiatan. Yang perlu dipahami bahwa fokus pada satu kegiatan bukan berarti akan selamanya hanya satu kegiatan yang dilaksanakan. Akan tetapi bermula dari satu kegiatan jika dibuat semenarik mungkin secara kontinyu akan melahirkan ide-ide baru. Ide baru bisa berupa kegiatan baru, metode baru, tools baru dan yang paling penting adalah kemampuan dan semangat baru. Dari sini muncullah konsep MEMPRIORITASKAN KEGIATAN YANG RINGAN DAN MUDAH ATAS KEGIATAN YANG BERAT DAN SULIT. Wallahua’lam

PKS untuk Kota Lawang

Sandhi Anggoro H


Organisasi Kita Masih Sebatas Villa Mewah

Minggu, 08 Januari 2012


Ba’da tahmid wa sholawat.

Bagaimana kabar ikhwah semua? Mudah-mudahan Allah swt senantiasa memberkahi dan memudahkan setiap langkah dakwah kita. Amiin. Bagi ikhwah yang sakit, itu adalah pelajaran berharga yang Allah berikan agar kita selalu bersyukur bahwa nikmat sehat itu “mahal”. Dan boleh jadi sakit merupakan pengingat supaya kita senantiasa menjaga kesehatan. Tak lupa kami juga berdo’a mudah-mudahan Allah segera memberi kesembuhan. Bagi ikhwah yang saat ini sedang menghadapi kesulitan hidup, jangan bersedih hati pasti ada jalan keluar sebagaimana firman Allah QS. 94 ayat 5-6:

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan"

 Bahkan ditegaskan lagi di ayat berikutnya

"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" 

Boleh jadi kesulitan antum adalah ujian untuk mengetahui kadar ukhuwah diantara saudara muslim yang lain.

Tiga Tipe Organisasi
Sejenak mari kita merenung untuk mengevaluasi kerja-kerja dakwah melalui wajihah siyasi tingkat kecamatan (DPC) yang kita cintai ini. Dengan kontek melihat “sosok” PKS Lawang.
Menurut saya, ada tiga tipe organisasi dilihat dari analogi bangunan yaitu

1.      1. Organisasi “rumah kosong”
Secara fisik rumah kosong terlihat bangunannya namun tidak berpenghuni. Terkadang rumah yang sudah lama kosong terlihat kumuh, banyak rumput tumbuh dan beberapa bagian rumah sudah mulai rapuh. Kalau kondisinya sudah demikian maka tinggal menunggu robohnya. Lapuk dimakan usia tanpa perawatan. Jika malam datang, tampak gelap menambah kesan menakutkan bagi orang yang lewat di depannya.

Demikian halnya sebuah organisasi, wujudnya nyata bahkan legal namun pasif. Tidak ada kerja yang dihasilkan keberadaannya sama sekali tidak dirasakan manfaatnya. Hanya sekedar “ada” namun “tiada”.

2.      2. Organisasi “perkantoran”
Layaknya sebuah kantor tempat bekerja. Setiap hari orang masuk ke dalamnya untuk beraktivitas sesuai bidang kerjanya. Masing-masing orang sudah mempunyai job des yang harus dikerjakan. Terkadang kita jumpai tamu dari luar yang ingin bertemu dengan salah satu penghuninya silih berganti. Beginilah suasana perkantoran secara umum terasa hidup, aktif dan produktif.

Organisasi yang mirip kantor adalah organisasi yang hidup, para pengurusnya  mengetahui jobdes pekerjaannya sehingga hasil kerja organisasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat disekitarnya.


3. Organisasi “vila mewah”

Vila mewah biasanya digunakan oleh pemiliknya untuk sekedar mengisi liburan akhir pekan.  Rame di saat akhir pekan dan kembali sunyi di  awal pekan.Ibarat vila mewah, kinerja organisasi bersifat unstable (tidak stabil). Kadang rame kegiatan dan kadang juga sepi. Ritmenya tidak tentu, rame di satu waktu tetapi sepi dalam jangka waktu yang cukup lama.


Dari paparan di atas, selayaknya PKS lawang masuk tipe yang mana? Silakan menilai dan masing-masing punya persepsi sendiri-sendiri atau mungkin punya tipe lainnya.

Menurut saya, organisasi kita ini masih sebatas “vila mewah”. Perlu ada konsistensi. Konsistensi totalitas dari para pengurusnya, konsistensi program kerja dan dan tentu saja konsistensi niat dan tujuan. Semoga kita bisa beranjak dari sekedar organisasi “vila mewah” ke “perkantoran”. Wallahua’lam. 

KIPRAH DPC

NASIONAL

DUNIA PKS

 

© Copyright DPC PKS Lawang 2010 -2011 | Redesign by PKS Lawang | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.